Adat Istiadat

ADAT ISTIADAT JAMBI

PERNIKAHAN ADAT JAMBI

1. PENDAHULUAN

        Jambi adalah salah satu pemakai asli Bahasa Melayu. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian kepurbakalaan dan sejarah. Bahasa Jambi dalam arti kata bahasa-bahasa yang ada di Jambi, selain Bahasa Indonesia, pada dasarnya juga berasal dari bahasa Melayu yang telah mengalami perkembangan-perkembangan dan perubahan-perubahan sesuai dengan pengaruh yang diterimanya dari bahasa-bahasa lain. Di lain pihak bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional juga berasal dari bahasa Melayu yang telah pula mengalami proses perkembangan dan perubahan sebab akibat dari masuknya anasir-anasir bahasa lain. Dengan demikian bahasa Jambi dan Bahasa Indonesia mempunyai dasar yang sama, ialah bahasa Melayu.

        Adat istiadat suatu daerah yang merupakan bagian dari suatu negara, yang harus dicintai dan dilestarikan, karena memiliki peranan penting bagi persatuan dan kesatuan bangsa yang akan memperkokoh kedaulatan negara ini. Dan pemudalah yang memiliki peranan besar dalam melestarikan adat isitiadat ini agar tetap ada di masa yang akan datang. Dan salah satu contoh dari adat istiadat jambi yaitu pernikahan, di jambi suatu pernikahan dapat dilalui dengan beberapa proses perjalanan seperti tahap meminang (melamar), persiapan pernikahan, upacara pernikahan, dan upacara serah terima pengaten.

        Upacara adat pernikahan merupakan peristiwa yang sangat penting bagi seorang anak manusia. Upacara yang suci ini akan menentukan masa depan suatu keluarga baru dalam pergaulan antar warga dan antar keluarga, serta akan mengubah struktur warga masyarakat lingkungan atas kehadiran keluarga baru ini. Untuk itu perlu diawali dengan kehati-hatian dan perhatian yang penuh dari orang tua agar pergaulan putra-putrinya yang sudah akil baligh dan sudah siap untuk menjelang hidup berumah tangga. Pergaulan muda-mudi yang sudah siap berumah tangga ini agar tetap dalam tatanan adat istiadat yang berlaku.

2.Teori

        Jambi adalah salah satu provinsi yang memiliki aneka keindahan alam dan adat istiadat, tentu tidaklah terlalu jauh berbeda dengan provinsi tetangga sebagai satu rumpun, termasuk juga busana pengantinnya. Pada umumnya, tahapan pernikahan adat Jambi mirip dengan adat adat melayu, karena mereka masih serumpun. Akan tetapi, di Jambi pun, adat yang berlaku tidak semuanya sama.

Adapun prosesi Pernikahan Adat anatara lain :

  1. Tahap Meminang/Melamar

           Sebelum jejaka melamar maka, pihak jejaka umumnya akan mengadakan pemanatuan (biasanya oleh tante tertua dari jejaka) terlebih dahulu terhadap calon permaisuri dan besan. Jika hasilnya sesuai dengan yang diharapkan maka keluarga jejeka dengan membawa sirih pinang, susu, kopi, gula, tepung terigu, dan sebagainya untuk melakukan acara lamaran. Jika lamaran diterima oleh pihak gadis (terjadi kesefahaman) maka diadakan acara “pertunangan”, untuk itu pihak jejaka/lelaki menyerahkan (1) Pakaian sepelulusan yang berupa bahan kebaya untuk akad, dan kain bawahan, bisa berupa batik atau songket. Terkadang juga dilengkapi selop dan dompet. (2) Cincin pengikat cincin ini hanya untuk dipakai wanita, bukan satu pasang. Karena, tukar cincin baru akan dilakukan saat akad nikah nanti, yang ke (3) Sirih Pinang berupa perlengkapan untuk makan sirih, berupa daun sirih, kapur sirih, tembakau, serta pinang, yang diletakkan di tempat sirih khusus sebagai “tando” (Upacara mengantar tando) hal ini dimaksudkan sebagai tanda bahwa sang gadis sudah punya ikatan dengan si jejaka.

           Prosesi lamaran biasanya berupa seloko-seloko (seperti berbalas pantun) antar wakil keluarga terlebih dahulu, yang kira-kira isinya adalah menanyakan maksud dan tujuan keluarga laki laki bertamu ke keluarga wanita. Setelah itu, prosesi lamaran itu sendiri, berupa pemasangan cincin ke calon pengantin wanitanya. Kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama. Setelah selesai makan, maka dilakukan perundingan keluarga inti, dimana membicarakan tentang kelanjutan lamaran tadi, berupa, pembicaraan tanggal, adat dll. Pembicaraan yang dilakukan antara lain: Tanggal pernikahan. Apakah upacara pernikahan akan dilaksanakan sepanen jagung (3 bulan) sepanen padi (6 bulan) atau yang lain Adat yang digunakan. Apakah menggunakan pure adat jambi, atau ada campurannya lalu Seserahan. Apa saja hantaran yang akan diberikan keluarga laki laki. Uang adat uang adat disini ada 2, yaitu uang adat, dan uang selemak semanis. Klo uang adat, biasanya kecil, berkisar 50-100 ribu saja, nah, uang selemak semanis ini yang cukup besar, disesuaikan dgn kemampuan keluarga laki laki. Uang selemak semanis ini, merupakan urunan atau membantu belanja untuk acara resepsi pernikahan nanti.

  1. Persiapan Pernikahan

              Dua malam menjelang hari “H”, masing-masing calon mempelai mempersiapkan diri untuk mengikuti prosesi malam batangas, yaitu semacam mandi uap hal ini dimaksudkan untuk mengurangi keluarnya keringat pada upacara hari “H” nanti, selain itu juga calon mempelai wanita menjalani malam berinai, memeriahkan kuku-kukunya dengan daun pacar.

  1. Upacara Pernikahan

             Umumnya berlangsung dikediaman wanita, diawali dengan penjemputan CMP (Calon Mempelai Pria) kerumahnya, CMP disertai ortu, keluarga dan kerabat menuju rumah CMW (Calon Mempelai Wanita)   dengan iringan rebana dan pencak silat. Sesampainya dirumah CMW, mereka ditaburi beras kuning kemudian CMP dipersilahkan duduk diatas kasur kecil/kain permadani untuk persiapan menghadap penghulu. Sebelum prosesi Akad Nikah, CMW akan menunjukkan kemahirannya membaca Al-Qur’an.5

  1. Upacara Serah Terima Penganten

              Dilaksanakan setelah Ijab Kabul, dengan diawali dengan datangnya beberapa utusan nenek mamak pihak si gadis dengan membawa berbagai barang ketempat mempelai pria, lalu dengan iringan musik rabana dan kompangan (alat musik khas Jambi) pengantin pria diarak menuju kediaman pengantin wanita, dengan di dampingi nenek mamak-nya menuju kamar pengantin wanita, pada saat itulah dicegat oleh keluarga pihak pengantin wanita (tahapan ini disebut membuka lanse) sehingga terjadilah dialog secara spontan namun penuh dengan petatah-petitih yang mempunya makna yang sakral, setelah proses itu barulah kedua pengantin disandingkan diatas putro ratno / pelaminan.

 

3.Analisis

        Dari sekian tahapan adat. Pada umumnya, tahapan pernikahan adat jambi mirip dengan adat adat melayu. Karena mereka masih serumpun.. Akan tetapi, di jambi pun adat yg berlaku tidak semuanya sama seperti dari segi busana pengantin, jika dijambi busana adatnya lebih mewah dari pada dengan busana melayu, karena busana adat jambi disulam dengan benang emas dan dihiasi dengan berbagai hiasan untuk kelengkapannya. Apalagi jika dibandingkan dengan pernikahan lainnya mungkin akan sangat jauh berbeda dari seperti dari segi prosesnya, busana, acaranya, dan lain sebagainya.

        Kalo menurut saya proses pernikahan adat jambi itu sangat menarik bukannya karena saya orang jambi juga tapi karena dari prosesnya itu yang menarik. Dalam prosesnya itu ada bagian yang saling berbalas pantun atau dalam bahasa jambinya itu seloko-seloko.

 

4.Referensi

http://www.kepoindo.com/2015/adat-istiadat-kebudayaan-provinsi-jambi/374/

http://informasijambi.blogspot.co.id/2010/03/adat-upacara-pernikahan-di-jambi.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s