Penalaran, Silogisme dan Entimen

PENALARAN, SILOGISME DAN ENTIMEN 

A. PENALARAN

          Penalaran merupakan suatu corak atau cara seseorang mengunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan mengemukakannya kepada orang lain. Penalaran bersifat ilmiah dan non ilmiah. Dari prosesnya, dapat dibedakan menjadi :

  • Penalaran InduktifPenalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus.
  • Penalaran DeduktifPenalaran deduktif adalah proses penalaran   untuk  menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum.

Proposisi

         Adalah suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan. Proposisi dapat dibatasi sebagai pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung di dalamnya.

Contoh :

  1. Semua manusia akan mati pada suatu waktu (dapat dibuktikan kebenarannya)
  2. Semua gajah telah punah tahun 1980(dapat ditolak karena kebenarannya tidak sesuai dengan fakta)

Inferensi

        Inferensi : Menarik kesimpulan atau proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui.

Implikasi

           Implikasi (implicare) : Merangkum sesuatu yang dianggap ada karena sudah di rangkum dalam fakta/ evidensi itu sendiri.

Evidensi

           Semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu.Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatau fenomena. Evidensi dapat berbentuk data & informasi (keterangan yang diproleh dari sumber tertentu).

Cara Menilai Autoritas

  1. Tidak mengandung Prasangka
  2. Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
  3. Kemashuran dan Prestise
  4. Koherensi dengan Kemajuan

Menguji Data

          Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi.

Menguji Fakta

         Fakta adalah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan

Untuk menguji fakta kita butuh melakukan 2 kali penilaian.

  1. menentukan apakah data itu merupakan kenyataan atau yang sungguh terjadi. Setelah yakin dengan hal itu barulah dilakukan penilaian yang kedua.
  2. Penilaian kedua ini berdasarkan 2 dasar yaitu Konsistensi dan juga Koherensi.

B. SILOGISME

       Bentuk Penalaran dengan cara menghubung-hubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk dapat ditarik simpulannya. Silogisme termasuk dalam penalaran deduktif. Deduktif merupakan salah satu teknik untuk mengambil simpulan dalam sebuah karangan.

Jenis Silogisme dibedakan menjadi 3 yaitu :

  • Silogisme KategorialSilogisme kategorial adalah salah satu premis merupakan anggota premis yang       lain.
  • Silogisme hipotesisSilogisme hipotetis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotetis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris.
  • Silogisme alternativeSilogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

UNSUR-UNSUR YANG TERDAPAT DALAM SILOGISME :

  1. Premis Umum (Premis Mayor) à menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (A) memiliki sifat atau hal yang tersebut pada (B)
  2. Premis Khusus (Premis Minor) à menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang (C) adalah anggota golongan tertentu (A)
  3. Simpulan: menyatakan bahwa sesuatu atau seseoarng itu (C) memiliki sifat atau hal yang tersebut pada B

C. ENTIMEN

Suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan. Contoh :

PU:    Semua siswa SMAN 1 Indramayu masuk di universitas favorit yang mereka       impikan. (Semua A=B)

PK: Boim Siswa SMAN 1 Indramayu (C=A)

K  : Boim masuk universitas favorit (C=B)

Bentuk Entimennya:

Boim masuk universitas favorit yang ia impikan karena  ia siswa SMAN 1 Indramayu. (C=B Karena C=A)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s