GAYA HIDUP MODERN PADA PRILAKU KONSUMEN

GAYA HIDUP MODERN PADA REMAJA

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Masa remaja adalah masa yang indah. Banyak hal yang terjadi pada masa transisi remaja dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Satu proses yang semua anak telah, sedang dan akan terjadi dalam sebuah proses tumbuh kembang remaja.

Dunia remaja memang unik, sejuta peristiwa terjadi dan sering diciptakan dengan ide-ide cemerlang dan positif. Akan tetapi, tidak sedikit juga hal-hal negatif yang terjadi. Salah satu hal menarik dan terjadi dalam dunia remajasaatiniadalahremaja yang memilikigayahidup modern.

Remaja yang memasuki perguruan tinggi atau perkuliahan mendapatkan banyak materi kognitif dan pengalaman yang lebih mendewasakan pola berfikir. Mereka dapat merencanakan masa depan yang lebih realistis. Masa remaja yang transisi mulai terlewatkan. Kondisi emosional dan kognitif yang matang membuat remaja dapat menganalisa hakikat dan mengevaluasi apa yang dilakukannya.

Dengan dilakukannya penelitian tentang  ”Pengaruh Gaya Hidup Modern padaRemaja”, diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana remaja menjalani proseskehidupannya.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang  yang telah dipaparkan penulis diatas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut :

1) Bentuk-bentuk yang Mempengaruhi Gaya Hidup Modern

2) Ciri-ciri Kehidupan Masyarakat Modern

3) Pengaruh Globalisasi terhadap Gaya Hidup Modern

4) Dampak Positif dan Dampak Negatif Gaya Hidup Modern pada Remaja

5) Menyikapi Gaya Hidup Modern pada Remaja

BAB II

PEMBAHASAN

Masa-masa remaja dapat dikatakan masa yang paling menyenangkan. Kebanyakan remaja masih memiliki sifat cenderung labil atau cenderung mengikuti perkembangan di sekitarnya. Mereka beranggapan pada masa remaja, mereka dapat dengan bebas melakukan apa yang mereka suka. Jika tidak mengikuti perkembangan, berarti mereka tidak modern atau ketinggalan zaman.

Sebenarnya yang melatar belakangi gaya hidup modern itu sendiri adalah arus globalisasi yang mengharuskan kita mengikuti tuntutan zaman modern masakini, yaitu: waktu sebagai sesuatu yang sangat berharga (istilah “Waktu adalah uang!”) dan anti gaptek (singkatan dari “gagap teknologi”). Dengan demikian, tuntutan dari zaman masa kini adalah kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan juga (kita) terus mengikuti perkembangan teknologi di segala bidang kehidupan.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa gaya hidup anak remaja kini sangat berbeda dengan gaya hidup anak remaja dulu. Kalau dulu, anak remajanya tidak mengenal yang namanya komputer, HP (Hand Phone), fashion, atau berbagai macam model pakaian. Kini justru sebaliknya. Anak remaja, atau istilah lainnya ABG (Anak Baru Gede) justru bergelut dengan hal-hal tersebut. Dan menjadi gaya hidup mereka tiap harinya. Maka apa yang pernah dikatakan oleh filsuf Baudrillard beberapa abad lalu memang ada kebenaranya. Menurutnya, gaya hidup manusia jaman kini dibentuk oleh pabrik-pabrik imajinasi seperti fashion, komputer, HP, dll. Bukan oleh nilai-nilai moral yang beberapa dekade lalu mendapat tempat istimewa dalam kehidupan manusia. Karena itu, apa yang telah diwanti-wanti oleh beliau memang tepat, dan benar. Yang mana hal tersebut dapat kita temukan dalam gaya hidup remaja masa kini.

Terjadinya perubahan gaya hidup (life style) anak remaja masa kini tak terlepas dari perubahan budaya, pola pikir yang dianut oleh masyarakat bersangkutan. Kini anak remaja lebih senang dengan hal-hal yang serba instan, pragmatis, dan cenderung kebarat-baratan.

Para pengagum modernitas sepakat bahwa proyek modernitas yang dilahirkan beberapa abad lalu dalam kehidupan manusia memang tak terhindarkan. Budaya modern, dan segala hal yang berbau gaya hidup modern harus diikuti. Bila tidak, maka akan ketinggalan jaman. Dan menjadi korban proyek modernitas itu sendiri.

Bentuk-bentuk yang Mempengaruhi Gaya Hidup Modern

  1. Menjadikan “status” sebagai sesuatu yang penting.Salah satu bentuk gaya hidup modern adalah bahwa satus seseorang ditandai dengan penampilan dan segala yang dipakainya, misalnya mobil, telebon seluler (Hp), dan lain-lain.
  2. Mobilitas yang tinggi. Pagi di Jakarta, siang sudah di Medan, esoknya sudah di Manado dan kemudian sudah ada di Singapura. Itulah contoh mobilitas orang modern.
  3. Bercengkrama di tempat-tempat tertentu. Seperti Café yang telah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup modern.
  4. Pernikahan agung. Orang modern menempatkan pernikahan agung sebagai salah satu momen kehidupan yang perlu dirayakan besar-besaran.
  5. Wisuda. Jika dulu wisuda hanya dilakukan bagi yang lulus sarjana, kini wisuda telah menjadi gaya hidup yang digunakan untuk merayakan kelulusan pendidikan di jenjang yang lebih rendah. Tidak hanya untuk melepas lulusan SMA, melepas lulusan Taman Kanak-kanak pun seakan wajib dilakukan seremoni wisuda.
  6. Gaya hidup instan. Gaya hidup instan adalah gaya hidup yang ingin serba cepat.
  7. Gaya hidup dengan teknologi komunikasi. Teknologi komunikasi mengalami perkembangan yang amat dasyat dan turut membentuk gaya hidup baru di dunia modern, termasuk remaja.

Ciri-ciri Kehidupan Masyarakat Modern

Disamping apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, sebenarnya kita juga harus mengetahui ciri-ciri masyarakat perkotaan yang gaya hidupnya telah berubah sebagai akibat modernisasi, diantaranya:

  1. Netralitas efektif. Bersikap acuh tak acuh hingga tidak peduli terhadap sekitarnya jika tidak ada sangkut-pautnya dengan kepentingan pribadinya.
  2. Orientasi diri. Menonjolkan kepentingan sendiri. Pribadi dan tidak segan-segan menentang jika dirasakan melanggar kepentingannya.
  3. Universalisme. Berpikir objektif, menerima segala sesuatu secara objektif. Masyarakat cenderung mengambil ukuran-ukuran secara objektif dengan landasan aturan-aturan atau syarat-syarat yang ada.
  4. Prestasi. Masyarakat kota suka mengejar prestasi karena dengan prestasi, orang didorong untuk terus maju.
  5. Spesifitas. Menujukkan sikap secara jelas dan tegas dalam hubungan antar pribadi, artinya maksud atau niat dinyatakan tanpa basa-basi.

Dari pemaparan tersebut, setidaknya kita tahu gambaran tentang gaya hidup modern. Hal-hal positif dari gaya hidup modern yang perlu anda ketahui yaitu penghargaan atas waktu, kerja keras, persaingan yang sportif, penghargaandan prestasi, peningkatan produktivitas, dan perubahan yang cepat untuk semakin maju dan terus maju serta keterbukaan terhadap segala sesuatu yang baru yang belum anda kenal sebelumnya.

Pengaruh Globalisasi terhadap Gaya Hidup Modern

Globalisasi merupakan sebuah proses menuju sistem kehidupan yang lebih global, terbuka secara luas dalam berbagai aspek dan segi kehidupan manusia. Baik di bidang ekonomi, sosial budaya, teknologi dan sebagainya. Globalisasi merupakan ruang keterbukaan yang berdampak pada semakin luas dan bebasnya akses sebuah negara ke negera lainnya.

Globalisasi informasi merupakan salah satu bagian penting yang sudah cukup dirasakan oleh manusia melalui adanya jaringan internet yang terhubung secara luas di seluruh dunia. Pengaruh globalisasi ini secara khusus juga dirasakan oleh kalangan remaja sebagai kalangan dari usia panca roba atau peralihan. Usia yang rentan dengan budaya coba-coba dan memiliki rasa keingin tahuan yang cukup besar.

Pengaruh globalisasi ini membawa dampak positif bagi kehidupan para remaja. Sedikit banyaknya tentu saja memberikan pengaruh dan perkembangan yang bernilai manfaat terhadap sistem kehidupan. Meskipun di satu sisi, kita juga tidak bisa menampik adanya pengaruh negatif yang muncul akibat adanya proses globalisasi.

Dinamika zaman selalu menyuguhkan sajian hangat, membuat penasaran, kecanduan, dan tak sedikit pandangan tak sedap jika tidak mengikuti arus berputarnya, terlebih bagi kaum “remaja” yang nota bene masih “labil” di tengah pencarian jati dirinya. Berbagai slogan pun muncul di kalangan remaja, seperti “tidak gaul jika tidak mengikuti arus (globalisasi)”, ataupun “tidak modern kalau gaptek” sayangnya mereka hanya berpatokan pada bangsa lain (Barat), hingga budaya sendiri rela digadaikannya. Tidak bisa dipungkiri memang, begitu banyak hal positif yang dapat kita semai dari perubahan (teknologi, industri), namun hal negatif pun kerap tak dapat kita hindari akibat dari adanya proses tersebut. Saat ini kita dapat menembus dunia yang tanpa batas dan ruang, mengakses segala informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia dengan cepat, berkomunikasi dengan siapapun di manapun dengan efektif, dan berbagai aktivitas lainnya yang serba instan dengan tidak mengesampingkan aktivitas pokok.

Berbicara mengenai remaja dengan globalisasi dewasa ini, memunculkan berbagai isu untuk terus diikuti perkembangan dan dinamikanya, juga sebagai bahan kajian yang tidak kalah menarik. Era globalisasi menuntut segala aspek kehidupan dan seluruh masyarakat untuk berubah, lebih berkembang dan maju. Era globalisasi merupakan era persaingan bebas dalam segala aspek kehidupan (ekonomi, pendidikan, teknologi, dll), pada era ini memperlihatkan suatu kondisi bahwa dunia ini sudah semakin kecil. Di dalam konteks informasi, dunia ini sudah menjadi satu, tidak ada lagi kotak-kotak yang membatasi wilayah satu dengan lainnya. Dengan adanya peran media (handphone, televisi, radio, majalah, internet) telah mempengaruhi gaya hidup dan moralitas remaja.

Plummer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya. Berdasarkan pengertian tersebut, kaum remaja sangatlah identik dengan apa yang mereka lakukan dalam setiap waktunya (remaja tidak terlepas dari peran media dalam kehidupan sehari-harinya). Sebagian besar waktu mereka tersita dengan menonton siaran televisi (program-program yang mereka minati yang bertemakan hiburan, musik, fashion, dll. seperti: film-film Korea, ajang reality show “Girl and Boy Band”), mendengarkan siaran radio (lagu-lagu yang sedang nge-trend), mengikuti perkembangan para idolanya dalam majalah ataupun internet, dan berbagai cara lain guna memperoleh informasi agar tidak ketinggalan zaman.

Adler (dalam Hall & Lindzey,1985) menyatakan bahwa gaya hidup adalah hal yang paling berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan tiga hal utama dalam kehidupan yaitu pekerjaan, persahabatan, dan cinta. Bertolak pada pengertian gaya hidup di atas, remaja merupakan sasaran empuk dari terciptanya pola-pola kehidupan berdasarkan persahabatan dan cinta. Dimana pada masa tersebut merupakan saat-saat untuk mereka saling mengekspresikan rasa persahabatan dan cinta dalam berbagai bentuk (hal ini dapat berakibat positif dan negatif, dengan munculnya geng-geng antar remaja, biasanya bermula dari lingkungan sekolah, tempat di mana mereka berinteraksi dengan teman sebaya).

Dari munculnya berbagai dampak globalisasi (peran media) terhadap remaja (gaya hidup dan moralitas) di atas, sangat diperlukan perhatian dan pengawasan dari berbagai pihak, agar dalam proses perkembangan berikutnya tidak menimbulkan hal-hal yang merugikan (baik bagi remaja sendiri maupun bagi keberlangsungan bangsa ini).

Pengaruh globalisasi tersebutmemberi dampak positif tentu saja memberikan pengaruh negatif terhadap kehidupan para remaja. Pengaruh manayang akan muncul, itusemuatergantung pada masing-masing individudalammenyikapinya.

Dampak Positif dan Dampak Negatif Gaya Hidup Modern pada Remaja

Dampak positif :

  • Kemajuan teknologi (sepertiHandphone) berkembang dengan pesat (internet: memudahkan akses informasi dan komunikasisebagai ajang silaturahmi dan eksistensi remaja lewat situs jejaring sosial (facebook, twitter), ajang bisnis online, dll.
  • Mempercepat pertumbuhan perkembangan remaja (memiliki rasa ingin tahu yang tinggi).

Dampak negative :

  • Tercerabutnya akar budaya, remaja kini merasa malu dengan budaya sendiri dan merasa bangga dengan budaya asing. Dengan adanya berbagai media yang sering diakses oleh para remaja, membuat mereka ingin seperti yang mereka idolakan (proses tersebut perlahan telah mengubah gaya hidup remaja). Di satu sisi hal ini berdampak positif karena memacu perubahan, namun disisi lain telah mengantarkan mereka pada budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma pada masyarakat tertentu (misalnya: pacaran yang berlebihan, dugem, hedonis, konsumtif, dll)
  • Dengan adanya kemajuan teknologi (internet), membuat remaja menjadi pemalas (membuang waktu percuma di hadapan komputer hanya untuk chatting, atau facebook-an), hal tersebut bisa membuat perkembangan sosialisasi (khususnya remaja) tidak baik, enggan berkomunikasi langsung dengan orang lain, akan menimbulkan keegoisan dan individualis (tidak mau bekerja sama dengan orang lain).
  • Hilangnya identitas diri (para remaja dihadapkan pada proses mengikuti dan meniru trend asing terus-menerus, misalnya pop Korea yang sedang menjadi kiblat para remaja kini. Mereka merubah penampilan (model rambut, mode pakaian), gaya hidup, dan lebih mudah menerima budaya bangsa lain dibanding melestarikan budaya sendiri, hal ini dapat melahirkan hibridasi budaya (budaya campuran) sebagai akibat dari adanya globalisasi.

Menyikapi Gaya Hidup Modern pada Remaja

Keluarga bagi anak-anak merupakan wadah untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mendambakan keakraban dan kehangatan, memupuk rasa percaya pada diri sendiri dalam pergaulan dengan orang lain maupun pengambilan keputusan dan tindakan sendiri. Peran dan tanggung jawab orangtua dalam pembinaan iman kepada anak-anak adalah dengan memberi pengajaran, dalam rangka menciptakan kerukunan hidup keluarga yang damai, bersukacita dan sejahtera yang merupakan sumber-sumber kebahagiaan hidup dan nilai-nilai hidup yang sangat berharga. Orangtua harus bisa mengajarkan anak-anak untuk patuh kepada segala sesuatu yang telah disepakati bersama dalam keluarga. Tujuan semua aturan dan disiplin dalam keluarga tidak sekadar agar anak patuh kepada orangtuanya, melainkan menjadikan aturan itu sebagai alat pengajaran.

Sebenarnya cara menyikapi gaya hidup modern pada remaja itu sendiri bisa dilakukan dengan cara :

1) Adanya kontrol sosial dari orang tua, guru, dan masyarakat sekitar,  juga dengan mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan remaja.

2) Adanya sosialisasi tentang pentingnya melestarikan budaya warisan leluhur.

3) Perhatian dan pengawasan dari orang tua dan guru terhadap remaja harus lebih besar dan lebih dekat terhadap mereka, agar mereka lebih terbuka dan mudah diarahkan.

4) Komunikasi yang baik antara orang tua, guru, dan remaja.

5) Perkembangan tentang globalisasi dan informasi harus terus diikuti oleh orang tua dan guru.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Bahwa, mayoritas remaja menyatakan bahwa mereka memiliki gaya hidup modern pada saat ini, dikarenakan harusnya mereka mengikuti arus globalisasi yang sesuai dengan perkembangan zaman modern masa kini, yaitu: waktu sebagai sesuatu yang sangat berharga (istilah “Waktu adalah uang!”) dan anti gaptek (singkatan dari “gagap teknologi”). Dengan demikian, tuntutan dari zaman masa kini adalah kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan juga (kita) terus mengikuti perkembangan teknologi di segala bidang kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA

  • Subandy,Idi. 1997.Ecstasy Gaya Hidup.Bandung : Penerbit Mizan.
  • Plummer,R.1983.Life Span Development Psychology:Personality and Socialization.New York:Academic Press.
  • Sarwono,S.W.1989.Psikologi Remaja.Jakarta:Raja Grafindo Persada.
  • Susanto,A.B. 2001.Potret-Potret Gaya Hidup Modern. Penerbit Buku Kompas.
  • Perdana, D. 2004.Ekspresi Cinta, Seks, dan Jati diri.Yogyakarta:Iva Press

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s